Dear, Heart.

because you are my undone story

Tubuhku butuh ruang untuk bekerja tanpa terbentur kamu ditiap kandungan atomnya. Terlalu penuh endorfin. Terlalu penuh kamu.

Air mata yang jatuh karena perpisahan rasanya perih. Entah karena tidak kuat dibendung lalu terpaksa dijatuhkan atau semua beban yang dulu dipendam bebas tumpah ruah melalui mata.

Entah.

Kamu sudah menjelma menjadi sebuah rutinitas yang begitu……..rutin. Bagaimana aku bisa dengan gampang meninggalkan rutinitasku?

Mengenang bukan berarti hanya mengingat semua kejadian yang pernah terjadi, terkadang mengenang berarti kembali merasakan apa yang kita harapkan terjadi di masa itu.

—Tirai memori (via babikbinal)

Aku melihat kita di atas. Dua bongkah awan berdansa diantara kelam abu-abu senja. Apa iya? Kita yang mungkin tidak sengaja menemukan kita, menelusuri dingin pagi dan butir-butir embunnya?
untukmu yang tercinta, mari berdoa. Besok, lusa, dan seterusnya kita yang mengantar senja, Bersama.

—Sebuah pesan pagi hari darimu yang pernah membentuk seutas senyum, dulu.

Hantu-Hantu Dari Masa Lalu

babikbinal:

Kamu adalah Hantu-hantu dari masa lalu. Yang datang bersama kenangan di dalam keheningan.

Kamu adalah hantu-hantu dari masa lalu yang selalu bisa mengetarkan kaki untuk melangkah maju.

Kamu adalah hantu-hantu dari masa lalu yang selalu membayangiku di dalam pikiran.

Tidak pernah aku selesai dalam mencintaimu.. Aku menikmati setiap kali kamu, hantu-hantu dari masa lalu mengganggu. Sebab hanya melalui kenangan aku bisa kembali memilikimu.

Too little (too late)

twelvifebrina:

You can’t just give someone two hours of apology and laughter, and expect to make up for two years of heartbreak you’ve caused her. 

You just can’t.

Kepada kamu

Aku pernah mengetahui arti kata cinta. Bukan dari air yang terjatuh dari mata, bukan dari senyum yang tersungging di bibir.

Tapi dari warna yang tergambar ketika terlelap dan hangat cahaya yang masuk ketika membuka mata.

Pasti menyakitkan. Tapi rasa sakit yang terus kau alami nantinya akan memudar, berganti rasa utuh cinta itu sendiri. Jatuhlah. Sakitlah. Terbakarlah hidup-hidup disana.

—Seseorang yang peduli